Rabu, 01 Mei 2013

DEFENISI PENDIDIKAN ISLAM (RESENSI BUKU TENTANG PENDIDIKAN ISLAM)


1.      
1.      Catatan

A.    Identitas Buku : Prof. DR. H. Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta : Kalam Mulia, 2002
B.     Cara Dapat Buku : Saya meminjam buku dari teman yang tinggal di kosan sama

2.      Laporan Isi Buku : Hal yang penting dalam Buku yang di baca

Pendidikan berarti bimbingan atau pertolongan yang diberikan dengan sengaja terhadap anak didik oleh orang dewasa agar ia menjadi dewasa. Pendidkan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan Negara.
Menurut Abul A’la al-Maududi Tarbiyah berarti “Pendidikan, pengasuhan, dan sebagainya.
Menurut Mushtafa al-Maraghiy tarbiyah ada dua macam. Pertama tarbiyah yaitu penciptaan, pembinaan, dan pengembangan jasmani peserta didik agar dapat dijadikan sebagai sarana bagi pengembangan jiwanya. Kedua tarbiyah yaitu pembinaan jiwa manusia dan kesempurnaannya melalui petunjuk wahyu Ilahi.
Pendidikan adalah Ta’lim, Talim ialah hanya sebatas proses pentransferan seperangkat nilai anta manusia. Ia hanya dituntut untuk menguasai nilai yang ditransfer secara kognitif dan psikomotor, akan tetapi tidak dituntut pada domain afektif, sekedar memberi tahu atau memberi pengetahuan, tidak mengandung arti pembinaan kepribadian, karena sedikit kali kemungkinan kearah pembentukan kepribadian yang disebabkan pemberian pengetahuan.
Menurut Rasyid Ridha adalah proses transmisi berbagai ilmu pengetahuan pada jiwa individu tanpa adanya batasan dan ketentuan.
Ta’dib ialah pendidikan, Menurut Al-Naquib al-Attas, Ta’dib adalah pengenalan dan pengakuan tempat-tempat yang tepat dari segala sesuatu yang di dalam tatanan penciptaan sedemikian rupa, sehingga membimbing kea rah pengenalan dan pengakuan kekuasaan dan keagungan Tuhan di dalam tatanan wujud dan keberadaannya.
Menurut Al-Ghazali Al-Riadhah ialah Pendidikan, Al-Riadhah adalah proses melatihan individu pada masa kanak-kanak.
Pendidikan dalam arti luas terbatas adalah segala usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, sekolah, masyarakat dam pemerintah melalui kegiatan bimbingan pengajaran dan latihan yang diselenggarakan di lembaga pendidikan formal (Sekolah), non-formal (masyarakat), dan in-formal (keluarga) dan dilaksanakan sepanjang hayat, dalam rangka mempersiapkan peserta didik agar berperan dalam berbagai kehidupan.

Menurut pendapat saya pendidikan islam ini pentingnya untuk mempelajari, dan pendidkan islam ini mengajar kita untuk lebih mengetahui apa yang kita tidak tahu akan menjadi tahu. Pendidikan Islam ialah mengasuh, membimbing, dan membina seseorang untuk menjadikan orang yang lebih baik dan lebih dewasanya.

Pendidik dalam pendidikan Islam adalah setiap orang dewasa kewajiban agamanya bertanggung jawab atas pendidikan dirinya sendiri dan orang lain. Yang menyerahkan tanggung jawab dan amanat pendidikan adalah agama, wewenang pendidik, yang menerima tanggung jawab dan amanat adalah setiap orang dewasa.
Pendidik adalah pemeliharaan, pemberian dan sebagainya. Pendidik pada umumnya pendidikan Islam adalah orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan peserta didik dalam mengembangkan potensinya, dan dalam pencapaian tujuan pendidikan baik dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Pendidik dalam pendidikan islam pada beberapa macam :
1.      Allah
Allah sebagai pendidik mengetahui segala kebutuhan orang yang dididiknya sebab dia adalah Zat pencipta. Perhatikan Allah tidak terbatas terhadap kelompok manusia saja, tetapi memperhatikan dan mendidik seluruh alam.
2.      Nabi Muhammad SAW
Nabi sebagai penerima wahyu al-Qur’an yang bertugas menyampaikan petunjuk-petunjuk kepada seluruh umat Islam kemudian ditunjutkan dengan mengajarkan kepada manusia ajaran-ajaran tersebut.
3.      Orang Tua
Pendidik dalam lingkungan keluarga, adalah orang tua. Secara alami anak-anak pada masa awal kehidupannya berada di tengah-tengah ayah dan ibunya. Dari merekalah anak mulai mengenal pendidikannya. Dasar pandangan hidup, sikap hidup, dan keterampilan hidup banyak tertanam sejak anak berada di tengah orang tuanya.
Dalam Al-Qur’an menyebutkan sifat-sifat yang dimiliki oleh orang tua sebagai guru, yaitu memiliki kesadaran tentang kebenaran yang diperoleh melalui ilmu dan rasio dapat bersyukur kepada Allah, suka menasihati anaknya agar tidak menyekutukan Tuhan, memerintahkan anaknya agar menjalankan perintah shalat, sabar dalam menghadapi penderitaan.
4.      Guru
Pendidik di lembaga pendidikan persekolahan disebut dengan guru, yang meliputi guru madrasah atau sekolah sejak dari taman kanak-kanak, sekolah menengah, dan sampai dosen-dosen di penguruan tinggi, kiay di pondok pesantren, dan sebagainya. Guru bukan hanya menerima amanat dari orang tua untuk mendidik, melainkan juga dari setiap orang yang me-merlukan bantuan untuk mendidiknya.
           
            Tugas, Tanggung Jawab, Dan Hak Pendidik
            Tugas pendidik :
            Tugas pendidik adalah menyempurnakan, membersihkan, menyucikan hati manusia kepada Allah. Fungsi Penyucian berfungsi sebagai pembersih, pemelihara, dan pengembang fitrah manusia. Fungsi Pengajaran yakni meng-internalisasikan dan mentransformasikan pengetahuan dan nilai-nilai agama kepada manusia.

            Tnggung Jawab Pendidik
            Tnggung Jawab Pendidik adalah mendidik individu supaya beriman kepada Allah dan melaksanakan syari’atnya, mendidik supaya beramal shaleh, dan mendidik masyarakat untuk saling menasehati dalam melaksanakan kebenaran, saling menasehati agar tabah dalam menghadapi kesusahan beribadah kepada Allah serta menegakkan kebenaran.

            Hak Pendidik
            Hak pendidik adalah mereka yang terlibat langsung dalam membina, mengarah dan mendidik peserta didik, waktu dan kesempatannya dicurahkan dalam rangka mentransformasikan ilmu dan menginternalisasikan nilai termasuk pembinaan akhlak mulia dalam kehidupan peserta didik.
Peran Pendidik
Kehadiran guru dalam proses pembelajaran merupakan peranan yang sangat penting, peranan guru itu belum dapat digantikan oleh tegnologi seperti radio, tape recorder, internet maupun oleh computer yang paling modern. Banyak unsure-unsur manusiawi seperti sikap, system nilai, perasaan, motivasi, kebiasaan dan keteladanan yang diharapkan dari hasil proses pembelajaran, yang tidak dicapai kecuali melalui pendidik.
Demikianlah betapa pentingnya peranan guru dan betapa beratnya tugas dan tanggung jawab guru, terutama tanggungjawab moral untuk digugu dan ditiru. Di selolah seorang guru menjadi ukuran atau pedoman bagi murid-muridnya, di masyarakat guru dipandang sebagi suri tauladan bagi setoap warga masyarakat.
Konsep operasional, pendidikan Islam adalah proses transformasi dan internalisasi nilai-nilai Islam dan pengetahuan dalam rangka mengembangkan fitrah dan kemampuan dasar yang dimiliki peserta didik guna mencapai keseimbangan dan kesetaraan dalam berbagai aspek kehidupan, maka pendidik mempunyai peran yang sangat penting dalam pendidikan Islam.
            Menurut pendapat saya pendidik ini  pentingnya dalam mendidik, mengasuh, membina, dan membimbing seseorang menjadi orang yang lebih baik. Dan pendidik juga menyampaikan ilmu pengetahuan atau mengajar kepada seseoarang yang tidak berilmu, dan pendidik juga sebagai contoh teladan yang baik kepada anak-anak dan siswanya, maka pentingnya pendidik dalam pendidikan Islam.

3.      Catatan Akhir
A.    Kesimpulan
Pendidikan merupakan kata kunci untuk setiap manusia agar ia mendapatkan ilmu. Hanya dengan pendidikanlah ilmu akan didapat dan diserap dengan baik. Tak heran bila kini pemerintah mewajibkan program belajar 9 tahun agar masyarakat menjadi pandai dan beradab. Pendidikan juga merupakan metode pendekatan yang sesuai dengan fitrah manusia yang memiliki fase tahapan dalam pertumbuhan.
Pendidikan mempunyai ciri pembentukan pemahaman Islam yang utuh dan menyeluruh, pemeliharaan apa yang telah dipelajarinya, pengembangan atas ilmu yang diperolehnya dan agar tetap pada rel syariah. Hasil dari pendidikan Islam akan membentuk jiwa yang tenang, akal yang cerdas dan fisik yang kuat serta banyak beramal.
Pendidikan yang diajarkan Allah SWT melalui Rasul-Nya bersumber kepada Al Qur’an sebagai rujukan dan pendekatan agar dengan tarbiyah akan membentuk masyarakat yang sadar dan menjadikan Allah sebagai Ilah saja. Kehidupan mereka akan selamat di dunia dan akhirat. Hasil ilmu yang diperolehnya adalah kenikmatan yang besar, yaitu berupa pengetahuan, harga diri, kekuatan dan persatuan. 
Dalam rangka melaksanakan tugas sebagai pewaris para nabi (waratsatul Anbiya’), para pendidik hendaklah bertolak pada amar ma’ruf dan nahi munkar dalam artian menjadikan prinsip tauhid sebagai pusat penyebaran misi iman, Islam dan ihsan, dan kekuatan rohani pokok yang dikembangkan oleh pendidikadalah individualitas, sosialitas dan moralitas (nilai-nilai agama dan moral).
Peran dan fungsi yang cukup berat untuk diemban ini tentu saja membutuhkan sosok seorang guru atau pendidikan yang utuh dan tahu dengan kewajiban dan tanggungjawab sebagai seorang pendidik. Pendidik itu harus mengenal Allah SWT dalam arti yang luas, dan Rasul, serta memahami risalah yang dibawanya.
B.     Komentar : Bandingkan dengan buku lain
Dari Buku Ilmu pendidikan Islam yang pengarang oleh Prof. Dr. Abdul Mujib dan Dr. Jusuf Mudzakkir dalam buku ini Pendidikan Islam adalah :
tarbiyah : mencakup keseluruh aktivitas pendidikan, mencakup upaya mempersiapkan individu untuk kehidupan lebih sempurna, mencapai kebahagiaan hidup, cinta tanah air, memperkuat fisik, menyempurnakan etika, sistematisasi logika berpikir, fasih berbahasa, serta mempertinggi keterampilan.
Ta’lim : merupakan proses transmisi pengetahuan, pemahaman, pengertian, tanggung jawab, dan penanaman amanah, sehingga terjadi penyucian diri manusia dari kotoran.
Ta’dib : paling cocok digunakan untuk peristilahan pendidikan islam tarbiyah hanya mengacu pada kondisi eksistensial yang spesifik, karena ditujukan pada aspek-aspek kepemilikan dan berkaitan dengan jenis relasioan.
Ridha : pendidikan untuk kanak-kanak
Dalam buku ini mengatakan tarbiyah ternyata lebih populer dan sering digunakan oleh para ahli dalam penyebutan pendidikan Islam.  Tarbiyah yang sesuai dengan apa yang diharapkan dalam pendidikan islam.

Pendapat saya pengertian Pendidikan Islam tersebut di atas  tidak jauh berbeda dengan buku pengarang Ramayulis, tujuannya pun tidak jauh berbeda juga, tapi di buku ini lebih menjelaskan pendidikan yang mana lebih sesuai menggunakan dalam pendidikan Islam.

Pendidik dalam Islam adalah orang-orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan peserta didiknya dengan upaya mengembangkan seluruh potensi peserta didik, baik potensi afektif, koqnitif, dan psikomotorik.
Pendidik adalah bapak rohani bagi peserta didik yang memberikan santapan jiwa dengan ilmu, pembinaan akhlak mulia, dan meluruskan perilakunya yang buruk. Oleh karena itu, pendidik mempunyai kedudukan tinggi dalam Islam.
Tugas pendidik dalam pendidikan Islam adalah transformasi kebudayaan kepada peserta didik, agar ia mampu memahami, mengiternalisasikan, dan menyampaikan kepada generasi berikutnya.
Kelemahannya adalah bahwa dalam kegiatan pendidikan, pendidik seolah-olah mengabaikan kecederungan dan potensi peserta didik yang unik. Kelebihan adalah bahwa kebudayaan, nilai, dan ilmu pengetahuan dapat dilestarikan dari generasi ke generasi dengan bertambah kuantitas dan kualitasnya.

Pendapat saya pengertian pendidik yang tersebut di atas tidak berbeda dengan buku Ramayulis, tujuan pendidik itu pun sama, tapi berbeda disegi ada kelemahan dan kelebihan. Di buku Ramayulis tidak menyebutkan kelemahan dan kelebihan pendidiknya.


1 komentar: